Kenali
Cara terbaik agar anak dapat mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi, adalah memperkenalkan berbagai profesi kepada mereka. Melalui forum “sharing & learning” dengan melibatkan orangtua sebagai pembicara, adalah cara termurah dan kian menjalin interaksi sekolah dengan orangtua. Jika dana tersedia, bisa saja menggunakan lembaga yang khusus menggali minat dan potensi anak dalam sebuah program serupa assesment. Faktor terpenting adalah adanya komunikasi antara orangtua dan anak mengenai pilihan profesi. Bukan hanya mengenai profesi orangtuanya, juga karir lainnya yang mungkin menjadi self interest anak pada masa sekarang. Peran orangtua adalah memberikan gambaran yang komprehensif tentang dunia kerja dan prospeknya. Berbeda halnya, jika orangtua merencanakan untuk mewariskan perusahaan kepada anaknya, tentu pendidikan yang diarahkan sesuai dengan tuntutan bidang usaha tersebut. Pada kondisi ini, tetap bisa terjadi konflik pilihan antara anak dan orangtua. Cara terbijak adalah kedua belah pihak saling mengenali dan mempelajari pilihan yang berbeda tersebut. Memberi kesempatan satu sama lain untuk meyakinkan pilihannya, merupakan sikap arif dalam budaya pendidikan yang demokratis.
Realita
Agar anak tidak terjebak dalam angan dan impiannya, seyogyanya diberikan gambaran realita kehidupan nyata kehidupan di luar rumah dan sekolah. Hal ini dimaksu
dkan agar kelak anak tidak terkejut serta traumatis menghadapi dunia nyata yang acapkali bertolak-belakang dengan norma serta sistem nilai yang mereka pelajari. Bagaimana harus menyikapi situasi yang buruk (tipu daya, kekerasan, godaan ketidakadilan, dll) sangat dibutuhkan anak agar tidak terjerumus dan menyerah pada kondisi yang serba menakutkan. Menyadari realita berarti pula membekali anak agar mampu melawan putus asa.
Berubah.
Pendidikan akhlak yang paling dasar, namun menentukan pembentukan kepribadian anak adalah belajar bertanggung jawab. Baik kepada diri sendiri, kepada Yang Maha Pencipta, kepada orangtua maupun kepada sekolah dan orang lain. SMS Sekolah merupakan salah satu sarana untuk membudayakan perilaku jujur dan bertanggungjawab. Konsekuensi bagi anak, adalah sudut pandang dan perilakunya dituntut berubah. Membalas kasih orangtua, dengan kesadaran belajar dan berprestasi.
Menghormati peran guru dan teman sekolah, sebagai komunitas bermartabat dan karunia dari Sang Maha Pencipta. Menghargai dan menjadi diri sendiri dalam mewujudkan insan yang berguna di mana pun ia berada. Menyadari betapa berat perjuangan anak-anak kita menjadi manusia seutuhnya, alangkah indahnya jika kita semua mau berubah untuk berbuah. Agar terwujud anak-anak Indonesia yang mampu merentang sejahtera dan harkat negara.

Yang pasti demi untuk di kehidupan yang abadi, nanti.