Setiap sekolah tentu mempunyai program ekstrakurikuler (eskul) andalan, sehingga sekolah tertentu akan terkenal dengan olahraga, pensi (pentas seni) atau piawai membuat event akbar. Khalayak sasaran (target audience) umumnya para siswa sekolah lain dan terkadang orangtua dan masyarakat umum menjadi peserta pasif. Bagaimana seandainya, eskul melibatkan aktif peran orangtua ?
Asing
Sejumlah sekolah ternama, dalam visi dan misinya mencantumkan tekad dan harapannya mendidik generasi muda yang cerdas, berakhlak dan berpengetahuan selaras kemajuan zaman. Namun pada kenyataannya, ketika dilakukan survai terbatas kepada siswa SMP dan SMA melalui wawancara dan telepon, diperoleh gambaran bahwa umumnya mereka merasa asing bersentuhan dengan dunia usaha, kecuali samar-samar memahami bidang profesi ayahnya dan ibunya (yang juga bekerja). Lebih membingungkan buat mereka, jika ditanya tentang profesi dan bidang usaha yang jarang dibicarakan orang atau , misalnya profesi: account planner, copywriter, food stylist, technical advisor, product manager, floor director, dll adapun bidang usaha, misalnya: creative boutique, production house, dll. Bermula dari fenomena itulah, mengapa dalam eskul juga disertakan orang tua dalam program “Sharing & Learning”, yaitu orangtua atau yang mempunyai hubungan dekat dengan tokoh dibidang tertentu memberikan pengenalan tentang profesi maupun pengetahuan tentang bisnis mereka, kepada siswa dan juga guru.
Minat
Adanya gambaran tentang berbagai profesi kepada siswa, selain membuka wawasan sekaligus sebagai stimulus untuk menggali minat dan potensi siswa setelah lulus SMA, mereka hendak meneruskan pendidikan ke mana. Soal kelak hendak menjadi apa juga menjadi kesulitan bagi siswa maupun orangtuanya. Banyak siswa yang akhirnya mengikuti jejak profesi orangtuanya, sekalipun hal itu bukan bidang yang diminatinya.
Atau banyak diantara siswa akhirnya masuk perguruan tinggi karena mengikuti teman atau pacar, dan akhirnya berhenti di tengah jalan. Sungguh ironis memang, mengingat biaya pendidikan kini semakin mahal dan waktu yang kurang termanfaatkan dengan optimal.
Mekanisme
Pelaksanaan eskul luarbiasa ini bisa dilakukan sebulan sekali, pada hari yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Pemaparan profesi oleh orangtua ataupun kenalan yang diundang oleh orangtua dalam “sharing & learning” sebaiknya dalam suasana santai, menyenangkan namun tertib. Peralatan seperti laptop, infocus sangat membantu untuk memberikan gambaran melalui fo
to maupun video, sehingga alam pikiran siswa seolah dibawa secara ilustratif. Sesi tanya jawab dengan moderasi sangat dianjurkan, agar siswa belajar mampu berbicara di muka umum dengan baik. Jika dimungkinkan, dapat diselingi dengan acara hiburan, baik oleh siswa maupun dari orangtua sebagai pembicara. Waktu penyelenggaraan, sebaiknya tidak lebih dari 1o5 menit (1 jam 45 menit).
Citra Sekolah
Program eskul “Sharing & Learning” ini boleh diberikan nama seunik mungkin oleh
sekolah. Dampak positif dari terselenggaranya acara ini, adalah orangtua kian merasa memiliki sekolah dan termotivasi untuk memberikan gagasan yang terbaik kepada sekolah. Orangtua pula yang pada akhirnya menjadi alat promosi yang paling efektif dalam menjual sekolah kepada relasi maupun kerabatnya. Dengan kegiatan semacam ini pula, terwujud harapan sekolah untuk membangun citra dan mendapatkan siswa yang berkualitas.
wah bagus banget artikelnya aku ijin buat di madingku ya maksih biar semua dapat mebaca degan baik terimaksih
SILAKAN AJA, DIK. KAPAN-KAPAN MAIN KE SMA LAZUARDI YA. THANK”S