Dalam beberapa hari ke depan, sekitar tanggal 19 hingga 22 Desember, orangtua diundang ke sekolah untuk penerimaan rapor. Tidak sedikit orangtua yang merasa was-was, bukan hanya mengenai nilai merah, juga kemungkinan adanya informasi yang kurang sedap tentang perilaku putra/ putrinya. Acapkali, orangtua dibuat terkejut dan merasa dibohongi oleh putra/ putrinya. Kasus yang kerap terjadi: bolos sekolah padahal sudah diantar hingga pintu gerbang, kabur pada jam pelajaran tertentu dengan alasan sakit tapi tidak pulang ke rumah, uang sekolah yang belum dibayarkan. Benarkah kebohongan merupakan warisan turun temurun ? Adakah cara yang efektif untuk memutuskan stigma “vicious circle” ini ?
Menjalin Peran
Berbagi peran dan tanggungjawab merupakan norma, kaidah aturan main yang dapat dirancang seideal mungkin. Namun menjalin antar individu berperan dengan harmoni dan berkesinambungan, merupakan tantangan dalam implementasinya.
Begitu pula halnya dengan keberhasilan pendidikan putra-putri kita, tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peranserta Orangtua dalam memonitor dan memotivasi siswa, merupakan sinergi optimal antara pihak sekolah dan Orangtua.
Semakin sibuk Orangtua dalam kegiatan sehari-hari dan kurangnya informasi yang diberikan sekolah tentang perkembangan moral dan prestasi akademik siswa, keadaan ini berisiko tinggi terhadap kegagalan studi. Bagaimana dengan peran teknologi informasi mobile/ seluler yang kini hampir semua orangtua memilikinya untuk mengatasi kendala dan kesenjangan interaksi antara sekolah dan orangtua ?
Sulit Berbohong
Kendala utama sekolah saat ini adalah semua informasi melalui cara konvensional dengan surat edaran yang diberikan melalui siswa, banyak yang tidak sampai ke tangan Orangtua.
Untuk menghubungi langsung ke telepon seluler setiap orangtua, dipastikan sekolah tak mempunyai anggaran yang cukup. Itulah sebabnya, sejak pertengahan tahun 2007, sejumlah sekolah di Jakarta bekerjasama dengan penyelenggara penyedia fasilitas layanan informasi sekolah melalui SMS atau populer disebut: SMS Sekolah dengan rentang biaya antara Rp. 300,- hingga Rp. 1.000,-.
Dengan adanya SMS sekola, semua informasi siswa tentang: absensi, nilai, info individu, info umum (pengumuman) dan info penting lainnya, dapat dikirimkan secara cepat dan tepat kepada Orangtua. Dengan demikian, Orangtua memiliki kendali dalam pengawasan, upaya preventif dan tindakan yang diperlukan kepada putra-putrinya. Baik menyangkut proses belajar mengajar, serta kedisiplinan dan moral.
Sejumlah siswa yang diminta pendapatnya tentang SMS Sekolah, banyak yang bereaksi menentang, misalnya dengan memberikan nomor seluler bukan milik orangtuanya, tetapi nomor hape teman atau orang lain. Karena mereka menyadari betul, sistem SMS akan membuat mereka sulit berbohong lagi kepada orangtua. Benarkah SMS Sekolah mampu mencegah siswa berbohong dan memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa ?
Saatnya Berbagi
Mengingat SMS sekolah baru berjalan kurang dari setengah tahun, maka terlalu dini untuk mengkaji sistem tersebut masih lemah atau berdayaguna. Sungguh bijak, jika Kepala Sekolah, Guru dan Orangtua terutama yang telah dan akan mengunakan SMS Sekolah sudi berbagi pengalaman dengan kita semua. Sekaligus upaya turut- serta memajukan pendidikan di tanah air. Agar putra-putra kita tampil sebagai “Mutiara Bangsa”yang mampu membangun damai sejahtera masyarakat di Indonesia.
Untuk itulah forum ini berada !

BERAPA YANG HARUS DIBAYAR ORANGTUA SETIAP BULAN ?
Sebagai orangtua, saya ingin membantu dan bukan memarahi. Karena itulah, saya tertarik mendapatkan info penting dari sekolah melalui SMS ke telepon selular saya, agar memahami kesulitan yang dihadapi anak saya dalam bersekolah.
Berapa biaya yang harus kami tanggung setiap bulannya, tentunya tidak menambah beban ekonomi yang kian sulit.
Terima kasih
Anak saya memang masih balita dan belum bersekolah. Hati saya miris, melihat berita di tv dan internet tentang kekerasan sesama siswa, seks bebas dan video porno yang pelakunya masih berseragam. Apakah SMS Sekolah bisa mencegah siswa tidak melanggar disiplin dan moral ?
Koran Kompas, Edisi 10 Desember 2007
Surat Pembaca
Kekerasan Senior di Sekolah
Kekerasan senior kepada yunior memang sudah puluhan tahun terjadi dan itu harus diberantas serta harus diputus mata rantainya agar tidak berlanjut.
Sekitar 43 tahun yang lalu ketika saya masih remaja sekolah di Tarakanita II tidak pernah ada masa orientasi atau ospek yang menjadikan murid baru sebagai bulan-bulanan. Yang ada adalah gotong-royong untuk membersihkan sekolah dan taman sekolah. Apabila ada selisih kemudian berkelahi, pasti diselesaikan secara satria, yaitu satu lawan satu, tidak keroyokan dan tidak pernah ada tawuran. Semua itu karena di sekolah mendapatkan mata pelajaran Budi Pekerti yang juga mengajarkan hidup penuh kasih.
Anak saya perempuan, lulusan SMA Charitas 3 tahun lalu, juga mengalami tekanan dari seniornya yang juga perempuan. Akibatnya anak bersangkutan stres dan nilai rapornya tidak maksimal, bahkan cenderung jelek. Berangkat ke sekolah dengan hati enggan. Keponakan saya, laki-laki sekitar tiga tahun lalu kelaur dari SMA 34 karena mogok tidak mau mengikuti arus, akibatnya mendapat tekanan berat dari seniornya. Juga yang sekolah di Pangudi Luhur (laki-laki) stres, baik anak maupun orangtuanya, karena tekanan dari seniornya.
Para pendidik mari bersama-sama kita perhatikan kondisi yang meresahkan ini agar dapat menciptakan situasi yang nyaman, damai, dan penuh kasih. Dan orangtua pun tentu tidak akan waswas melepas anaknya menuntut ilmu. Kebahagiaan anak kebahagiaan orang tua juga, derita anak derita orang tua pula.
MARIA
Cinere,Limo,Depok
Tulisan di atas, saya kutip dari Koran Kompas, edisi 10 Desember 2007.Saya rasa,hal-hal seperti dia atas,bisa ditanggulangi atau paling tidak dikomunikasikan antara sekolah dan orang tua.Masa karena was-was dan ketakutan yang dari senior, membuat anak-anak jadi terganggu dalam menuntut ilmu.Padahal orang tua sudah mengeluarkan banyak biaya untuk sekolah anak-anaknya.
Saya kira, sudah saatnya komunikasi antara orangtua dan sekolah semakin dijalin.Memang sudah banyak sekolah yg ada websitenya, tapi tidak semua orang tua murid dapat mengakses atau mempergunakan internet.
Salam
Saya pernah menjadi seorang pelajar dari SMPN & SMAN terkenal disalah satu sekolah di jakarta selatan. Adanya forum ini membuat saya ingin sedikit berbagi dengan semua pembaca. Sejujurnya, saat pertama kali saya membaca forum ini membuat saya teringat akan kenakalan2 yg saya perbuat waktu duduk dibangku sekolah.
Pada awalnya (SD) saya adalah seorang yg bisa dikatakan sangat manis prilakunya. Titik awal saya mulai nakal adalah saat saya duduk dibangku SMP. Saya memulai hari2 pertama sekolah di SMP saya dengan dipaksa untuk merokok, memalak anak sekolah lain, ikut tawuran dengan senior, dll. Sebagai anak baru, tentunya sangat sulit untuk menolak ajakan dari para senior tsb. Pada awalnya saya merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan tsb. Tetapi (mungkin) karena setiap hari yang saya hadapi keadaan seperti itu, membuat saya makin hari semakin terbiasa. Akhirnya kebiasaan2 tsb semakin merajalela. Saya mulai mencoba minum2an keras, cabut sekolah & melakukan kekerasan thd junior, yg menurut saya menjadi sebuah kebanggan & kehebatan tersendiri. Efek itu sudah mulai dirasakan oleh sekolah & orang tua saya. Banyak teguran2 bahkan hukuman2 yg saya dapati dari sekolah maupun orang tua. Tapi apa akibatnya? Semua itu hanya saya anggap sebagai angin lalu, bahkan membuat saya semakin menjadi-jadi.
Naik ke SMA membuat bakat2 yg sudah berkembang saat SMP semakin OK! Saya bisa seenaknya aja masuk sekolah. Kalau lagi mau masuk, ya masuk. Kalau lagi males masuk, buat surat sakit palsu aja. Toh sekolah tidak pernah mengecek apakah surat itu benar dari orang tua saya atau tidak. Pokoknya orang tua hanya tau saat penerimaan raport kalau absen saya banyak, tapi orang tua ga tau saya kemana. Hebat kan? hehehe…. Uang jajan jalan terus, ngakunya ada les ini les itu, ada eskul ini ada eskul itu, padahal BOHONG! Mulai mengenal NARKOBA… itu yg sangat menyakitkan orang tua saya!!! Prestasi saya hancur, tdk naik kelas dan banyak lainnya yg membuat saya gagal total. Karena saya tdk naik kelas, berarti ada biaya tambahan yg harus dikeluarkan oleh orang tua saya & WAKTU. Mungkin dari segi biaya orang tua saya masih mampu, tapi kalau dari segi waktu apakah orang tua saya bisa menambah/membelinya?
Oleh sebab itu, dari apa yg pernah saya alami ini, saya berharap dari sisi orang tua bisa menilai kebijakan2 apa saja yg dapat dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Bukan hanya bisa memberi dalam bentuk materi saja, tetapi perhatian yg lebih & kasih sayang yg tulus kepada anak.
Adanya sistem SMS sekolah mungkin bisa membantu kita sebagai orang tua yg sibuk bekerja, dapat memperhatikan anak. SMS itu tidak menggangu kita dalam beraktifitas kan? Toh bisa dibaca sekarang ataupun nanti. Kita bisa memantau perkembangan dari anak2 kita secara canggih. Andai dulu sudah ada sistem ini, mungkin saya tidak akan nakal. Setidaknya sudah ada tindakan preventif dari sekolah maupun orang tua.
Dear Someone,
Seandainya kita berani sejujur Mas “Seseorang” yang notabene mantan siswa. Bagaimana dengan Bapak Kepala Sekolah, Bapak/ Ibu Guru adakah yang berani menceritakan pengalaman pahit “siswa” di sekolahnya dan cara menanggulanginya ?
Atau yang dikutip oleh Mba Zevanqa tentang duka Ibu Maria tentang “bullying” di sekolah-sekolah yang membuat stress siswa dan orangtuanya. Kapan kita akan berhenti melukai hati ?
Apa gagasan dari penyelenggara SMS Sekolah mengatasi hal ini ?
Kita semua menanti jawaban Anda !
Buat rekan penyelenggara fasilitas layanan informasi sekolah: i-Skola, Flexiskul, Byond Universe, dll. Bagaimana tanggapan dan penjelasan Anda ?
Mengutip dari sebuah buku Khahlil Gibran bahwa Anak ibarat sebuah anak panah dan orang tua (+sekolah) ibarat busur. Sang busur bisa mengarahkan anak panah tersebut ke arah yang diinginkan, tetapi ketika sang anak panah dilepaskan dari sang busur, anak panah tersebut hrus berhadapan dengan situasi yang tidak terduga seperti angin yang dapat mengubah arah dari tujuan semula yang diharapkan.
Sama halnya dengan sang busur, Sekolah dan orang tua tetap memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian dan mengontrol/mengarahkan kemana siswa/anak menjadi orang yang diingikan oleh kita semua.
Pribadi yang jujur, bertanggungjawab dan berprestasi tidak lahir dengan sendirinya. Komunitas pergaulan sang anak membentuk kepribadian dari sang anak itu sendiri.
Pergaulan bebas akibat trend/pengaruh budaya asing khususnya di Jakarta yang identik dengan gaya hidup metropolis, Kurangnya perhatian orang tua yang larut dalam kehidupan “profesionalisme” sehingga peran orang tua sebagai sahabat bagi anak kurang mendapat tempat khusus, bahkan lebih ironis bila orang tua tidak mau tahu dengan semua permasalahan hidup yang dialami si anak mengakibatkan si anak mencari tempat “lain” dalam menemukan jawaban.
Iya bila komunitas anak “baik” tetapi bila si anak berhadapan dengan komunitas “tidak baik” dapat kita lihat sendiri kenyataan yang terjadi akhir2 ini, perilaku siswa/anak semakin memprihatinkan (kriminal, seks bebas, narkoba, bunuh diri dsb)
Sebagai penyelenggara SMS sekolah , I-skola menjadi solusi untuk menjawab dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Sistem I-skola dapat menjadi “pagar” bagi siswa untuk berpikir 2x bila mereka ingin melakukan hal2 yang seharusnya tidak mereka lakukan sebagai siswa sebagaimana mestinya.
Bahkan prestasi anak bukan sekedar tanggung jawab sekolah saja tetapi peran orang tua dalam mengawasi dan memberikan support bagi siswa dapat menjadi solusi untuk membentuk siswa/anak kita menjadi lebih berprestasi.
Saatnya sekolah dan orang tua bekerjasama dengan saling berkomunikasi secara cepat dan intens!
Dan mereka yang telah mengenal I-skola (beberapa sekolah di Jakarta Selatan dan Sekitarnya serta orang tua didalamnya) menyambut secara positif keberadaan kami dan mengakui akan manfaat sistem SMS sekolah.
Dibenci siswa bukan hambatan bagi saya tetapi melihat siswa menjadi lebih baik merupakan kepuasan tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan nominal.
Salam Hormat,
Stephen “I-skola”
(alfeus_stephen@yahoo.com)
CUKUP 10 RIBU PER BULAN
Ibu Pertiwi yth,
Layanan info penting sekolah melalui FlexiSkul sungguh terjangkau bagi seluruh orangtua siswa. Cukup dengan MEMBAYAR SEKALI untuk biaya registrasi dan aktivasi Rp. 20.000,- dan Rp. 10.000,- SETIAP BULAN, Ibu akan mendapat informasi dari sekolah mengenai: absensi, nilai, dan info penting lainnya dari sekolah.
Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi tata usaha di mana putra-putri Ibu bersekolah. Atau hubungi Customer Service kami: Sdri. Desy telp. 021-788 43004.
Salam,
FlexiSkul
Surya Priatama
0856 939 00000
Thanks to I- skola ……
Salah satu faktor penyebab siswa termasuk kedalam daftar yang ” bermasalah ” disekolah adalah karena kesibukan ortu . Biasanya ortu yang sibuk dengan pekerjaannya kurang mempunyai perhatian lebih kepada putra / i nya. mereka tidak tahu bagaiamana sebenarnya sikap dan kelakuan si anak di sekolah. Mereka hanya berfikir yang terpenting adalah sudah memberi apa yang menjadi kewajibannya , ortu beranggapan bahwa membahagiakan anak berarti memberikan kepadanya apa yang menjadi kebutuhan mereka ( biasanya berupa materi ). Namun dibalik semua itu ada hal yang terpenting yang dibutuhkan sang anak yaitu ” perhatian ” , memang tidak semua siswa yang memiliki ortu yang sibuk masuk kedalam daftar siswa bermasalah, tapi kenyataan yang terjadi ada beberapa siswa yang memiliki sifat ” tidak jujur” salah satu contohnya adalah :
- Ortu hanya tahu putra / i nya pagi – pagi berangkat
kesekolah, sampai atau tidak siswa tersebut kesekolah
mereka tidak tahu
- Ortu memberikan uang Iuran Komite Sekolah tapi mereka
tidak tahu apakah uang tersebut dibayarkan atau tidak
Tetapi untuk mengatasi masalah diatas sejak Tahun Pelajaran 2007 / 2008 sekolah kami telah bergabung dengan program I-Skola dimana informasi / kejadian yang terjadi disekolah baik bersifat pribadi siswa( nilai, kehadiran ) maupun yang bersifat umum ( libur sekolah, pengambilan raport dll ) kami sampaikan kepada ortu melalui pesan singkat ( SMS ).Sehingga sesibuk apapun ortu tetap bisa memantau putra/inya.
Sekali lagi TERIMA KASIH I-SKOLA ….. Semoga kerja sama yang terjalin dapat lebih baik lagi sehingga tujuan bersama mencetak generasi unggul dan berkualitas dapat terwujud.
Salam sejahtera,
Saya sebelumnya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sekolah-sekolah yang telah mempercayai kami (35 sekolah) untuk menjadi rekan sekolah maupun orang tua. Saya percaya kerjasama yang telah selama ini terjalin dengan baik, akan membuahkan hasil yang baik juga.
Kami dalam menjalankan tugas, kami tidak sedikit mengalami banyak hal suka maupun duka.
Sukanya ialah sekolah (dari staff sampai Kepala sekolah) menerima baik kami di dalam (terkadang) keterbatasan kami. Banyak sekolah menganggap kami sudah merupakan bagian dari sekolah tersebut. Dan itu sampai sekarang membuat kami sangat tersanjung sekali.
Dukanya adalah kejadian-kejadian yang pernah dialami kami yang dilakukan (mungkin) oleh siswa sekolah tersebut. Pengalaman duka yang kami alami sangatlah berfariatif. Dari mulai helm kami hilang di sekolah, ban motor kami dibocorin sampai motor kami di isengin. Tetapi itu bukanlah menjadi suatu penghalang bagi kami itu memberikan yang terbaik bagi sekolah. Sebaliknya kami malah merasa bangga, bahwa impact dari sistem Iskola ini sudah sangat terasa. Berarti siswa saat ini sudah memahami akan dampaknya jika dia berbuat sesuatu yang diluar dari aturan sekolah. Kami percaya, suatu saat siswa baru akan merasakan & menyadari manfaatnya jika dia sudah lepas dari sekolah itu.
Sampai saat ini sistem Iskola masih menjadi suatu sistem yang terbaik diantara kompetitor lainnya. Sekolah juga tidak perlu mengeluarkan suatu nilai investasi khusus untuk menyelenggarakan sistem ini di sekolah. Sekolah hanya cukup mempunyai 1 unit komputer yang bisa terkoneksi internet. Biaya & kecepatan penyampaian pesan (SMS) kami pun masih menjadi yang terbaik diantara yang lainnya. Disaat yang lainnya BBM (Baru Bisa Mimpi), kami sudah mewujudkannya.
Tujuan awal dari kami adalah MENGHASILKAN GENERASI MUDA SAAT INI MENJADI GENERASI MUDA YANG TERBAIK.
Terima Kasih,
-Kusdian-
email : kusdian@infoskola.co.id/k_duwanto@yahoo.com
Salam sejahtera,
Saat ini selain dari sekolah (SD s/d SMU) kami juga mulai merambah ke Lembaga-lembaga bahasa & kampus. Dari pengalaman kami waktu kami kuliah ataupun kursus, terkadang dosen/pengajar terkadang tidak luput dari ketidakhadiran. Terkadang kami saat kuliah/kursus, kami mengalami keadaan dimana dosen/pengajar tidak bisa hadir karena sesuatu halangan. Sedangkan kami sebagai mahasiswa sudah jauh-jauh datang ke kampus, sudah mengeluarkan biaya untuk transport, pada kenyataannya saat kami tiba di tempat dosen/pengajar itu tidak dapat hadir.
Jika sistem Iskola ini juga dapat dimanfaatkan oleh kampus atau lembaga-lembaga bahasa tersebut, bukankah semua masalah itu dapat di minimaliskan?
Terima Kasih,
-Kusdian-
email : kusdian@infoskola.co.id/k_duwanto@yahoo.com
Jika ada bapak/ibu dari pihak sekolah, Kampus atau Lembaga-lembaga ingin menggunakan sistem Iskola, silahkan hubungi kami di :
PT. Infoskola Satyamitra
Graha Sucofindo Lt. 11
Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34
Jakarta Selatan 12780
Telp. 021 70887556
Fax. 021 79188191
- Alfeus Stephen 021 98084703
email : stephen@infoskola.co.id/alfeus_stephen@yahoo.com
- Kusdian Duwanto 021 92994023/0816 1689559
email : kusdian@infoskola.co.id/k_duwanto@yahoo.com
Terima Kasih,
-Kusdian-